Lebak, sangiduputih.com || Gerakan Masyarakat Peduli Aspirasi Rakyat (GEMPAR) DPC Kabupaten Lebak akan kembali menggelar aksi unjuk rasa damai di halaman Kantor Bupati Lebak pada Rabu, 22 Juli 2026, mulai pukul 10.00 WIB. Aksi tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 100 peserta dengan H. Suryadi HS sebagai penanggung jawab dan Jaenudin F sebagai koordinator lapangan.
Dalam aksi tersebut, GEMPAR akan menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni mendesak Bupati Lebak mencopot Kepala Puskesmas Maja, mengevaluasi sekaligus mencopot Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, serta meminta Pemerintah Kabupaten Lebak melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan agar lebih profesional, transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.
Ketua DPC GEMPAR Kabupaten Lebak, H. Suryadi HS, mengatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai keluhan masyarakat yang diterimanya terkait pelayanan di Puskesmas Maja. Jum'at, (17/7/2026).
Menurutnya, seorang kepala puskesmas harus bertanggung jawab atas kinerja bawahannya. Apabila terdapat kesalahan dalam pelayanan, pimpinan dinilai harus melakukan evaluasi dan memberikan tindakan sesuai ketentuan, bukan justru memberikan pembenaran.
"Kalau memang anak buah melakukan kesalahan, Kepala Puskesmas Maja harus bertanggung jawab. Seharusnya ada tindakan atau sanksi apabila terbukti melakukan pelanggaran, bukan malah melindungi dan terus melakukan pembenaran. Seorang pimpinan harus berani mengevaluasi bawahannya," ujar H. Suryadi.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak segera mengambil langkah apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam pelayanan kesehatan.
"Kami berharap Dinas Kesehatan jangan melindungi kesalahan bawahan. Jika memang ada pelanggaran, lakukan evaluasi dan ambil tindakan sesuai aturan yang berlaku. Tujuan kami bukan mencari kesalahan, tetapi mendorong agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Lebak menjadi lebih baik," tegasnya.
Lebih lanjut, H. Suryadi menyampaikan bahwa aksi yang akan digelar merupakan bentuk penyampaian aspirasi atas berbagai persoalan pelayanan kesehatan yang menurutnya terjadi di Puskesmas Maja.
Ia mengaku telah beberapa kali menerima pengaduan dari masyarakat mengenai pelayanan di puskesmas tersebut. Selain itu, dirinya juga mengaku pernah beberapa kali berdebat dengan tenaga kesehatan saat menyampaikan keluhan masyarakat.
"Keluhan warga yang masuk kepada kami cukup banyak. Saya sendiri beberapa kali berdebat dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Maja ketika menyampaikan aspirasi masyarakat. Bahkan saya pernah menjumpai tenaga kesehatan yang menurut pengamatan saya terlalu asyik menggunakan telepon genggam pada saat jam pelayanan. Di media sosial juga banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan terkait pelayanan di Puskesmas Maja. Hal inilah yang mendorong kami kembali turun menyampaikan aspirasi," katanya.
H. Suryadi berharap Bupati Lebak memberikan perhatian serius terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, evaluasi terhadap pelayanan kesehatan perlu dilakukan secara objektif agar kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan pemerintah dapat terus terjaga.
Sebelumnya, GEMPAR juga telah menggelar aksi di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak. Dalam audiensi saat itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh peserta aksi.
Hingga berita ini diterbitkan, DETIKSATU.COM masih berupaya meminta tanggapan dari Kepala Puskesmas Maja, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, dan Pemerintah Kabupaten Lebak terkait tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi tersebut, sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.(Jul)